Akhirnya Pendiri Bekukan 3 Kepengurusan PWD

DEPOK, jurnalitas.com – Kepengurusan tiga Pagayuban Wartawan Depok (PWD) mulai Alm. Fery Sinaga, Sutapa dan Wahyudin dibekukan tujuh dari sepuluh orang pendiri karena tata tertib pemilihan belum ada dan penasehat maupun pendiri untuk membuat tata tertib pemilihan kepengurusan baru.

“Kami terpaksa membekukan kepengurusan Sutapa yang dibentuk Desember 2021 dan pemilihan Ketua PWD Depok 2 Juni 2022 Wahyudin termasuk kepengurusan lama Alm. Fery Sinaga sejak tahun 2020,” kata Pemimpin Sidang Kepengurusan PWD Depok Johny Kalmanutu dan Yoyo Effendy, di Balai Wartawan (Balwan) Wali Kota Depok, Kamis (9/6).
Keberadaan PWD Depok hadir sejak tahun 2001 hasil deklarator antara lain Alm. Nasrul Koto (Poskota), Dasmir (Neraca), Alm. Ambarita, Alm. Zaenal Arifin, Alm. Fery Sinaga, Alm. Budi Sudarman, John Kalmanutu, Johny Kuron, Butar Butar, Yoyo Effendi, Moeryanto, Johny Gerungan, Moeryanto, Joko Warihnyo, Rahmadi Hakim, Maulana Said, Benget Sihombing, Saiful RM, Lucia A , dan Tuhari alias Arek.

Puluhan anggota PWD Depok saat rapat pemilihan Ketua PWD yang sempat tegang dan dibekukan pendiri dan penasehat.
Karena kondisi tidak memungkinan, imbuh dia, terpaksa kegiatan pemilihan Ketua PWD Depok yang baru belum dapat dilaksanakan. “Terpaksa sejumlah pengurus yang menghadiri sidang dan rencana pemilihan Ketua PWD Depok yang baru tahun 2022 batal dan ke tiga kepengurusan PWD Depok yang lama dibekukan menunggu pendiri mempersiapkan tata tertib pemilihan dan jangka waktu kepemimpinan, ” ujarnya.
Sebetulnya pengajuan Tata Tertib pemilihan sudah diajukan pendiri dan penasehat tahun 2012 namun Ketua PWD Depok Alm. Fery Sinaga tidak melaksanakan tugas tersebut termasuk rencana pembuatan kartu anggota.
Rencana pemilihan Ketua PWD Depok yang baru tahun 2022 untuk memediasi dua kepengurusan yang diminta sejumlah anggota PWD Depok sempat kisruh dan tegang mereka ada yang meminta untuk kepengurusan setelah Alm. Fery Sinaga meninggal dunia tetap berjalan namun sebagian menilai pemilihan tidak sesuai forum dan dihadiri pendiri maupun penasehat PWD Depok baik kepemilihan Ketua PWD Sutapa maupun Ketua PWD Wahyudin.
Hal itu diakui, Yoyo Efendi, bahwa kehadiran PWD Kota Depok bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok namun untuk lebih ‘menguyubkan’ wartawan yang bertugas di Kota Depok dari berbagai organisasi wartawan yang ada di Depok.

“Kami pendiri dan penasehat PWD Depok telah menetapkan serta meminta seluruh anggota untuk sabar menunggu pembuatan tata tertib jangka waktu satu bulan, ” katanya yang menambahkan PWD Depok didirikan hanya untuk ada kebersamaan seluruh wartawan yang bertugas di Kota Depok. * Lucy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *