Tiada Berkesudahan Kasih Setia Tuhan, Di HUT ke 70 Panti Asuhan Tanjung Barat

JAKARTA, jurnalitas.com – Panti Asuhan Tanjung Barat, tahun ini genap berusia 70 tahun tepatnya pada tanggal 7 Juni 2019. Panti asuhan tanjung barat berdiri pada 7 Juni 1949, berada di Jl.Nangka No.3 Rt.005/05, Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jak-Sel. Panti asuhan tanjung barat yang akrab di sebut Pasta ini berada dalam naungan Yayasan Badan Sosial Dharma Kasih Gereja Kristen Pasundan YBSDK GKP.

Dalam visinya, Panti Asuhan Tanjung Barat (Pasta) sebagai rumah pembentukan masa depan bagi anak-anak yang berbasis pada pelayanan iman, pengharapan Dan Kasih. Sedangkan misinya yaitu, mengelola Panti Asuhan dengan profesional untuk membentuk anak asuh yang beriman, cerdas dan berkepribadian yang berkualitas menuju kemandirian hidup.

Panti Asuhan Tanjung Barat saat ini membina 38 anak yang berasal dari berbagai Jemaat baik GKP maupun non GKP, dengan syarat utama yakni berasal dari lingkungan keluarga yang tidak mampu untuk memberikan pendidikan 12 tahun wajib belajar kepada anak.

Tema Hut panti asuhan ke 70 tahun ini adalah : “Tiada berkesudahan Kasih setia Tuhan”. Tema yang menggambarkan pernyertaan Tuhan dalam seluruh perjalanan Panti asuhan tanjung barat dengan segala dinamikanya.

Puncak perayaan Hut yang dilaksanakan pada hari Sabtu 13 Juli 2019 di halaman Pasta menampilkan berbagai macam performance anak-anak Pasta, melalui tarian, nyanyian, drama dan berbagai penampilan beberapa tamu undangan menyemarakkan suasa dengan berbagai penampilan.

Tamu undangan yang hadir ada dari pemerintahan, tokoh masyarakat, para donatur perwakilan Jemaat GKP, mitra terdekat serta pihak kampus Unindra PGRI.

Menurut Waketum sinode GKP, Pendeta Adama Sihite. Panti Asuhan ini menjadi salah satu bidang pelayanan dari gereja GKP Pasundan. “Kalau boleh di analogikan Panti asuhan ini adalah pekarangan di mana kami kemudian memberikan pelayanan sosial sebagai bagian dari pelayanan gereja kami ini. Seperti yang
kita lihat saat ini. Panti Asuhan merayakan HUT yang ke-70.”Ucap Adama Sihite.

Dari awal memang Pasta sudah memberikan perhatian dan pelayanan kepada anak-anak Pasta.

“Saat ini kita sedang upayakan di lingkungan gereja Kristen Pasundan meningkatkan perhatian dari Jemaat untuk pelayanan di lingkungan Yayasan badan sosial termasuk didalamnya Panti Asuhan Tanjung Barat ini antusias untuk pengembangan pasti ada mengingat ini sebagai bagian dari gereja di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah komunitas, para pengurus terus mensosialisasikan ke seluruh Jemaat, mungkin ada anak-anak dari keluarga atau lingkungan jemaat yang tidak mampu tapi mereka mau sekolah, mau melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, berprestasi dan mereka kita berikan peluang dan bisa tinggal di panti asuhan ini. mereka dapat mengikuti pendidikan yang didukung pihak yayasan badan sosial ini.”tegas Adama.

“Selain itu” Tambahnya lagi. “Ada Lima bidang unit kerja pelayanan yang kami lakukan Pertama adalah, Panti Asuhan Tanjung Barat ini, kedua adalah Crisis Center. Kegiatan Sebagai tanggap bencana. Ketiga Kelompok kerja untuk HIV AIDS, Keempat, group Home yang namanya Bumi Katumbiri, yang letak lokasinya di Bandung dan Kelima, yang sedang diupayakan adalah Panti werda. Di peruntukan untuk para orang-orang tua/lanjut usia.”Paparnya lagi.

Jadi ada lima bidang pelayanan dari Yayasan badan sosial GKP untuk semua kegiatan dan program tersebut, dana yang di dapat dari para donatur personal, lembaga/Mitra, persembahan serta dukungan para jemaat yang konsen terhadap perkembangan dan pertumbuhan panti asuhan, yang setiap saat membutuhkan dukungan dari para donatur namun yang lebih penting adalah dukungan doa.

Para kakak alumni yang dulu pernah menimba ilmu di Panti Asuhan Tanjung Barat, yang kini membaur di tengah-tengah masyarakat dan berkarya dan mengabdi di pelbagai instansi bahkan ada yang menjadi pejabat di pemerintah, masih tetap hadir dan mendukung penuh adik-adik di Panti Asuhan Tanjung Barat ini. “Mereka para alumni Pasta, selalu hadir memberikan bantuan dan mensupport penuh agar apa yang dicita-citakan dan di harapkan adik-adiknya di panti dapat berhasil.” Ucap pendeta Adama di akhir cerita.

Selain pentas tari, nyanyi, drama dan pembacaan puisi, yang di bawakan langsung anak-anak panti, tak lupa pengurus yayasan melakukan pemotongan tumpeng di berikan kepada seluruh perwakilan tamu undangan yang hadir, sebagai tanda ucapan syukur ramah tamah sebagai penutup acara.(Lucy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *